Polres Ponorogo Tingkatkan Patroli, Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang

Polres Ponorogo Tingkatkan Patroli, Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang
Polres Ponorogo larang perang sarung (Dok. Ist) 


MediaWarta.id - Menjelang bulan suci Ramadan, Polres Ponorogo resmi melarang sejumlah aktivitas yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. 

Larangan ini mencakup penggunaan sound horeg, perang sarung, balap liar, hingga menyalakan petasan.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama menjalankan ibadah puasa di wilayah Ponorogo, Jawa Timur.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menyampaikan bahwa berbagai kegiatan tersebut kerap menimbulkan keresahan di masyarakat. 

Oleh karena itu, pihak kepolisian meminta agar warga memanfaatkan Ramadan untuk kegiatan yang lebih positif.

Menurutnya, sound horeg dan perang sarung sering kali berujung pada keributan, bahkan berpotensi memicu konflik antarwarga. Selain itu, balap liar dan petasan juga dinilai membahayakan keselamatan.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat Ponorogo agar menjalankan ibadah puasa dengan baik dan memanfaatkan bulan suci untuk kegiatan yang positif," kata Andin. 

Larangan ini juga dipicu oleh meningkatnya laporan masyarakat melalui layanan pengaduan 110. Dalam beberapa hari terakhir, polisi menerima informasi adanya indikasi perang sarung di sejumlah titik.

Salah satu kejadian terjadi pada pertengahan Februari lalu, saat aparat membubarkan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung di sekitar Alun-Alun Ponorogo. Aksi tersebut berhasil dicegah sebelum menimbulkan keributan.

Petugas yang datang ke lokasi langsung membubarkan kerumunan dan memberikan imbauan agar para remaja tidak mengulangi perbuatannya.

Untuk mencegah gangguan keamanan, seluruh jajaran Polsek di wilayah Ponorogo diminta meningkatkan patroli, terutama pada malam hari hingga waktu sahur. Polisi juga telah memetakan sejumlah lokasi yang dianggap rawan.

Langkah ini dilakukan agar suasana Ramadan tetap aman, tenang, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Mayoritas pelaku perang sarung diketahui masih berusia di bawah umur. Karena itu, kepolisian lebih mengutamakan pendekatan persuasif dan pembinaan.

Namun, jika pelanggaran terus berulang dan situasi semakin serius, pihak kepolisian tidak segan memanggil orang tua maupun pihak sekolah untuk ikut memberikan pembinaan

Selain melakukan patroli, Polres Ponorogo juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan melalui layanan call center 110. Partisipasi warga dinilai sangat penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Kapolres berharap kerja sama antara masyarakat dan kepolisian dapat terus terjalin, sehingga Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News