Atap Gedong Duwur Indramayu Ambruk, Bangunan Cagar Budaya Terancam Rusak Lebih Parah

Atap Gedong Duwur Indramayu Ambruk, Bangunan Cagar Budaya Terancam Rusak Lebih Parah
Gedong Duwur Indramayu yang ambrol (Dok. Ist) 


MediaWarta.id — Bangunan bersejarah Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu mengalami kerusakan setelah atap bagian depan dilaporkan ambruk. 

Peristiwa ini diduga terjadi karena material bangunan yang sudah lapuk akibat usia yang sangat tua.

Gedong Duwur dikenal sebagai salah satu bangunan peninggalan masa kolonial yang memiliki nilai sejarah penting bagi daerah tersebut. 

Pada masa lalu, bangunan ini digunakan sebagai rumah bagi asisten residen pada era pemerintahan kolonial Belanda. 

Kini, bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang seharusnya mendapat perhatian khusus dalam upaya pelestarian.

Namun sayangnya, hingga saat ini Gedong Duwur belum pernah mendapatkan anggaran khusus untuk pemugaran. Akibatnya, kondisi bangunan semakin memprihatinkan dan rentan mengalami kerusakan.

Pamong budaya dari Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus, mengungkapkan bahwa bagian kayu penyangga di atap bangunan banyak yang sudah tidak kuat menahan beban. 

Beberapa di antaranya bahkan sudah berjatuhan sehingga meninggalkan bagian atap yang terbuka.

Menurut pria yang akrab disapa Tinus tersebut, kondisi ini sangat berisiko memperparah kerusakan, terutama ketika hujan turun. Air hujan yang masuk melalui celah atap dapat merusak struktur bangunan yang masih tersisa.

"Kayu-kayu di bagian atap berjatuhan dan nampak ruang terbuka di bagian atap. Hujan akan membuat kondisi kerusakannya semakin parah," katanya, Senin (9/3)

Kondisi Gedong Duwur sebenarnya sudah lama menjadi perhatian para pemerhati budaya. Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu agar dilakukan pemugaran terhadap bangunan tersebut.

Usulan tersebut terutama difokuskan pada perbaikan bagian atap yang memang menjadi titik kerusakan paling serius. Namun hingga kini, rencana pemugaran tersebut belum juga terealisasi.

Bahkan, menurut Dedy, pada tahun ini tidak ada alokasi anggaran yang disediakan untuk sektor pelestarian cagar budaya di daerah tersebut. 

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi keberadaan bangunan-bangunan bersejarah di Indramayu.

Ia menilai jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin satu per satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan daerah akan hilang.

Menyikapi kejadian ambruknya atap Gedong Duwur, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) IX Jawa Barat. 

Koordinasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencari solusi penanganan dan upaya penyelamatan bangunan cagar budaya tersebut.

Pelestarian bangunan bersejarah seperti Gedong Duwur dinilai sangat penting, bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan sejarah daerah yang perlu dijaga untuk generasi mendatang.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News