Nenek Penjual Kerupuk di Blitar Ditipu Pembeli Pakai Uang Mainan, Warganet Prihatin

Nenek Penjual Kerupuk di Blitar Ditipu Pembeli Pakai Uang Mainan, Warganet Prihatin
Nenek penjual kerupuk yang terima uang palsu (Dok. Ist)


MediaWarta.id - Kisah pilu dialami seorang nenek penjual kerupuk keliling di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. 

Nenek bernama Semarah (59) menjadi korban penipuan setelah menerima dua lembar uang mainan dengan nominal masing-masing Rp100 ribu dari seseorang yang membeli dagangannya. 

Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial dan mengundang rasa prihatin dari banyak orang.

Kejadian itu menjadi sorotan publik karena menggambarkan kerasnya perjuangan seorang lansia yang tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

Saat didatangi wartawan, rumah sederhana milik Semarah di Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar terlihat sepi. Pintu rumahnya terkunci gembok dan tidak terlihat aktivitas di dalamnya.

Di depan rumah hanya terlihat sebuah sepeda tua yang biasa digunakan Semarah untuk berjualan kerupuk keliling. 

Sepeda tersebut dilengkapi keranjang yang dipakai untuk membawa dagangannya saat berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Sepeda itu menjadi saksi perjuangan sehari-hari Semarah dalam mencari nafkah.

Kepala Dusun (Kasun) Bangle, Didin, mengatakan bahwa Semarah memang tidak berada di rumah saat didatangi. Berdasarkan keterangan tetangga, nenek tersebut sudah pergi sejak pagi hari.

Menurut Didin, kemungkinan Semarah sedang keluar untuk membeli kerupuk yang akan dijual kembali.

"Saya ke sini juga tidak ada, dari tetangga sekitar katanya pergi sejak pagi. Mungkin sedang belanja kerupuk, karena sepedanya ada di rumah itu," katanya

Didin menjelaskan bahwa Semarah memang tinggal di Dusun Bangle, namun secara administrasi kependudukan ia tercatat sebagai warga Jalan Pamungkur, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Nenek tersebut diketahui sudah menempati rumah di Desa Bangle selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Ia tinggal bersama seorang cucu laki-lakinya.

Meski bukan warga asli dusun tersebut, Semarah tetap mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah desa serta sejumlah lembaga sosial.

Setiap hari Semarah berjualan kerupuk dengan cara berkeliling menggunakan sepeda tuanya. Ia menyusuri berbagai wilayah di sekitar Blitar untuk menawarkan dagangannya.

Didin mengatakan, Semarah kerap berangkat sejak pagi hari dan baru pulang menjelang malam. Bahkan terkadang ia pulang hingga dini hari karena jarak berjualan yang cukup jauh.

Setelah video tentang penipuan yang dialaminya viral di media sosial, perangkat desa setempat sempat menemui Semarah untuk memberikan dukungan.

Menurut Didin, nenek tersebut terlihat sedih dengan kejadian yang dialaminya. Namun ia memilih menganggap peristiwa itu sebagai sebuah musibah.

Hingga saat ini belum diketahui apakah Semarah akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Kisah Semarah menjadi perhatian luas setelah videonya beredar di media sosial. Banyak warganet yang merasa iba melihat seorang nenek yang masih harus bekerja keras justru menjadi korban penipuan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak memanfaatkan kondisi orang lain demi keuntungan pribadi.

Di balik kesederhanaannya, perjuangan Semarah berkeliling menjual kerupuk dengan sepeda tua menunjukkan semangat hidup yang patut dihargai dan dihormati.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News