Ketua BEM UGM Kritik Keras Prabowo-Gibran, Singgung SPPG hingga MBG

Ketua BEM UGM Kritik Keras Prabowo-Gibran, Singgung SPPG hingga MBG
Ketua BEM UGM kritik MBG (Dok. Ist) 


MediaWarta.id - Gelombang kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat dari kalangan mahasiswa dan akademisi. 

Kritik tersebut disampaikan dalam forum diskusi publik bertajuk Terus Terang Mahfud MD yang digelar di Universitas Islam Indonesia dan disiarkan melalui kanal YouTube Mahfud MD Official.

Dalam forum itu, Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, menjadi salah satu sosok yang paling vokal menyampaikan kritik terhadap pemerintah. 

Ia menilai kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin menurun sejak proses Pilpres 2024 berlangsung.

Menurut Tiyo, berbagai polemik yang muncul belakangan membuat masyarakat semakin sulit percaya terhadap penegakan hukum di Indonesia. 

“Ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah itu tidak hanya dibuat tetapi terus-menerus dipertahankan dan diperbesar,” kata Tiyo.

Ia menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 Tahun 2023 yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon wakil presiden.

Tiyo menilai putusan tersebut masih meninggalkan persoalan etik dan hukum yang terus menjadi bahan perdebatan publik hingga sekarang. 

Dalam pandangannya, situasi itu membuat sebagian masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap supremasi hukum.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pengangkatan Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet. 

Menurutnya, keputusan tersebut menuai kontroversi karena berkaitan dengan status militer aktif yang dimiliki Teddy saat ditunjuk menduduki jabatan sipil di pemerintahan.

Tiyo bahkan menyebut perubahan aturan yang dilakukan setelah polemik muncul justru memicu kritik baru dari publik. Dalam forum tersebut, ia juga melontarkan pernyataan keras terhadap pihak-pihak yang masih mendukung pemerintah tanpa kritik.

Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian publik adalah saat ia menyinggung program SPPG. 

Tiyo menyampaikan apresiasinya kepada UII karena menolak terlibat dalam pengelolaan program tersebut. Dalam kritiknya, ia melontarkan sindiran yang langsung memancing tepuk tangan peserta forum.

Selain mengkritik persoalan politik dan hukum, Tiyo juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai program tersebut berpotensi mengurangi porsi anggaran pendidikan nasional.

Menurutnya, dana ratusan triliun rupiah yang dialokasikan untuk MBG seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi gratis bagi masyarakat. 

Pernyataan itu kemudian memicu diskusi panjang di dalam forum terkait prioritas anggaran negara.

Dalam kesempatan berbeda di podcast yang sama, Tiyo juga mengaku pernah menerima undangan ke Istana Presiden pada Agustus 2025. 

Namun, ia memilih menolak undangan tersebut karena merasa kritik yang disampaikannya sudah dapat diakses langsung oleh pemerintah melalui berbagai platform publik.

Forum diskusi yang menghadirkan Mahfud MD, Rocky Gerung, dan Okky Madasari itu pun menjadi sorotan luas di media sosial. 

Berbagai potongan video dari acara tersebut ramai diperbincangkan karena memuat kritik tajam terhadap pemerintah serta kondisi demokrasi di Indonesia saat ini.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News