![]() |
| Perayaan Imlek (Dok. Ist) |
MediaWarta.id - Setiap kali perayaan Imlek tiba, suasana langsung berubah menjadi lebih meriah. Kamu pasti sering melihat warna merah di mana-mana, mulai dari lampion, hiasan rumah, hingga pakaian yang dikenakan.
Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa Imlek identik dengan warna merah? Apakah hanya sekadar tradisi, atau ada makna khusus di baliknya?
Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah?
Imlek menjadi momen yang ditunggu oleh warga Tionghoa. Biasanya, momen ini identik dengan warna merah. Lantas, mengapa Imlek indentik dengan warna merah?
1. Merah sebagai Simbol Keberuntungan dan Kebahagiaan
Dalam budaya Tionghoa, warna merah dipercaya sebagai lambang keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Warna ini dianggap membawa energi positif yang bisa memberikan harapan baik di awal tahun.
Karena itu, saat Imlek tiba, banyak orang menghiasi rumah mereka dengan ornamen merah. Tujuannya adalah agar tahun yang baru dipenuhi rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan.
Hal ini juga terlihat pada angpao yang selalu berwarna merah. Amplop tersebut bukan sekadar tempat menyimpan uang, tetapi juga simbol doa agar penerimanya mendapat keberuntungan.
2. Cerita Legenda Nian yang Membuat Merah Semakin Bermakna
Salah satu alasan mengapa Imlek identik dengan warna merah berasal dari legenda kuno tentang makhluk bernama Nian. Konon, Nian muncul setiap tahun untuk mengganggu manusia dan merusak desa.
Masyarakat percaya bahwa Nian takut pada warna merah, cahaya terang, dan suara keras. Karena itu, mereka mulai memasang hiasan merah, menyalakan kembang api, dan membunyikan petasan untuk mengusirnya.
Sejak saat itu, warna merah menjadi simbol perlindungan dari hal buruk dan terus digunakan dalam perayaan Imlek hingga sekarang.
3. Lambang Kekuatan dan Semangat Baru
Selain membawa keberuntungan, merah juga melambangkan kekuatan, semangat, dan kehidupan. Dalam filosofi Tionghoa, merah berkaitan dengan unsur api yang melambangkan energi dan perubahan.
Api dianggap sebagai sumber kehidupan dan transformasi. Maka dari itu, warna merah sering dikaitkan dengan harapan akan awal yang baru, semangat baru, dan masa depan yang lebih baik.
Saat Imlek, penggunaan warna merah menjadi simbol bahwa setiap orang siap menyambut tahun baru dengan optimisme
4. Bentuk Pelestarian Budaya dan Warisan Leluhur
Penggunaan warna merah dalam perayaan Imlek bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya. Tradisi ini telah dilakukan selama ratusan bahkan ribuan tahun.
Dari generasi ke generasi, kebiasaan menghias rumah dengan warna merah terus diwariskan. Hal ini menjadi cara masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur dan menjaga identitas budaya mereka.
Dengan mempertahankan tradisi ini, nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
5. Merah dalam Dekorasi dan Busana Imlek
Saat Imlek, warna merah mendominasi hampir semua aspek perayaan. Kamu bisa melihatnya pada lampion yang digantung di depan rumah, hiasan pintu dan jendela, kertas bertuliskan kata-kata keberuntungan dan dekorasi tempat ibadah.
Banyak orang memilih memakai baju merah saat Imlek sebagai simbol kegembiraan dan doa agar hidup mereka dipenuhi keberkahan sepanjang tahun.
Sekarang kamu sudah tahu mengapa Imlek identik dengan warna merah. Warna ini bukan hanya hiasan semata, tetapi mengandung makna yang sangat dalam, mulai dari simbol keberuntungan dan kebahagiaan, dan pelindung dari energi negatif.

0 Komentar