Pencarian Pendaki Yazid di Bukit Mongkrang Dihentikan, Tangis Tim SAR Pecah Saat Sampaikan Permintaan Maaf

Pencarian Pendaki Yazid di Bukit Mongkrang Dihentikan, Tangis Tim SAR Pecah Saat Sampaikan Permintaan Maaf
Tim SAR saat melakukan apel proses pencarian (Dok. Ist) 


MediaWarta.id - Suasana haru menyelimuti kawasan Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, setelah operasi pencarian terhadap pendaki bernama Yazid Ahmad Firdaus (26) resmi dihentikan. 

Setelah berlangsung selama hampir dua pekan, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban.

Operasi pencarian dihentikan pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah seluruh upaya maksimal dilakukan oleh tim penyelamat, namun hasilnya tetap nihil.

Sejak Yazid dilaporkan hilang pada 19 Januari 2026, tim SAR langsung melakukan pencarian intensif. 

Sebanyak 16 Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan dengan total sekitar 270 personel dari berbagai instansi dan relawan.

Area pencarian mencakup seluruh jalur pendakian Bukit Mongkrang, mulai dari jalur utama hingga jalur alternatif yang biasa digunakan pendaki. 

Tim juga menyisir kawasan puncak, pos pendakian, sumber air, hingga area sungai di sekitar gunung.

"Kami sisir dari sisi barat sampai ke sumber air di sungai tersebut. Dan hingga sore hari ini, kami dari tim gabungan masih mendapatkan hasil nihil," ujar Basuki

Tak hanya itu, jurang sedalam kurang lebih 200 meter di sekitar Pos 3 juga diperiksa menggunakan metode vertical rescue. Beberapa tim bahkan melakukan sistem “flying camp” selama beberapa hari demi menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses.

Meski sudah dilakukan secara menyeluruh, tim tidak menemukan satu pun barang pribadi milik Yazid, seperti pakaian, sepatu, jam tangan, maupun ponsel.

Dalam prosesnya, operasi SAR sempat diperpanjang sebanyak dua kali. Setiap perpanjangan dilakukan selama tiga hari tambahan dengan harapan muncul petunjuk baru.

Namun, selama masa perpanjangan tersebut, tim tetap tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Karena seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar, akhirnya operasi dinyatakan selesai.

"Karena tim SAR sudah melaksanakan perpanjangan 2 kali dan selama itu kami menemukan jejak atau pun ceceran dari survivor, operasi SAR kami nyatakan dihentikan," tegas Basuki.

Pihak Basarnas menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan berat hati, mengingat keterbatasan waktu, tenaga, serta faktor keselamatan personel.

Pada saat evaluasi penutupan operasi, suasana menjadi sangat emosional. Koordinator pengendali operasi tidak mampu menahan air mata ketika menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Yazid.

Ia mengungkapkan penyesalan karena tim belum mampu menemukan korban meskipun telah bekerja maksimal. Para relawan, petugas, dan keluarga pun saling berpelukan untuk saling menguatkan.

Momen tersebut menjadi gambaran betapa beratnya beban yang dirasakan semua pihak dalam proses pencarian ini

Ayah Yazid, Sapto Mulyono, memilih untuk tidak banyak berbicara di hadapan media. Dengan suara lirih, ia hanya meminta doa dari masyarakat agar putranya bisa ditemukan dalam kondisi terbaik sesuai kehendak Tuhan.

Keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang telah terlibat, mulai dari petugas SAR, relawan, hingga masyarakat sekitar yang turut membantu.

Meski operasi resmi telah dihentikan, keluarga tetap berharap suatu hari nanti ada kabar tentang keberadaan Yazid.

Basarnas mengimbau masyarakat yang mungkin menemukan petunjuk, barang, atau informasi terkait Yazid agar segera melapor kepada pihak berwenang.

Selain itu, jika keluarga atau relawan ingin melakukan pencarian secara mandiri, pihak Basarnas meminta agar tetap berkoordinasi demi menjaga keselamatan dan efektivitas di lapangan.

"Kalau dari pihak keluarga ingin melakukan pencarian mandiri tentunya harus berkoordinasi dengan kami," tutupnya.

Koordinasi dinilai penting karena medan Bukit Mongkrang cukup ekstrem dan berisiko tinggi, terutama bagi orang yang belum berpengalaman.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News