Viral! Program MBG di Palengaan Tuai Sorotan, Siswa Terima Bahan Mentah

Viral! Program MBG di Palengaan Tuai Sorotan, Siswa Terima Bahan Mentah
Menu MBG yang mendadak viral (Dok. Ist) 


MediaWarta.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk membantu pemenuhan nutrisi siswa kini menjadi sorotan publik.

Di media sosial beredar sebuah video berdurasi 53 detik yang memperlihatkan proses distribusi bantuan makanan kepada pelajar di Kecamatan Palengaan. 

Video tersebut memicu perbincangan luas karena isi paket yang dibagikan dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap program tersebut.

Dalam video itu terlihat mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari dapur Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek membagikan paket berisi bahan makanan mentah. 

Para siswa menerima satu buah kelapa muda utuh yang belum dikupas, dua butir telur mentah, dua potong roti, serta susu. Paket tersebut bukan makanan siap santap, melainkan bahan yang masih perlu diolah terlebih dahulu.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan publik. Banyak yang menilai program yang seharusnya menyediakan makanan siap dikonsumsi justru berubah menjadi pembagian bahan mentah. 

Apalagi, paket tersebut disebut sebagai jatah untuk dua hari yang digabung menjadi satu kali distribusi karena pada hari berikutnya tidak ada penyaluran.

Kepala SPPG Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek, Hairul, membenarkan adanya pembagian paket tersebut. Ia menjelaskan bahwa distribusi MBG menjangkau sekitar 3.000 siswa di wilayah Kecamatan Palengaan. 

“Iya kelapa muda, dua telur dan dua roti serta ada susunya juga,” ujarnya.

Dari jumlah itu, sekitar 2.030 siswa menerima paket berisi kelapa muda dan telur mentah. Sementara 970 siswa lainnya mendapatkan jeruk, telur mentah, roti produksi UMKM, dan susu.

Menurut Hairul, penggabungan paket dilakukan sebagai pengganti dua hari penyaluran yang dijadikan satu kali pembagian.

Meski begitu, kebijakan ini tetap menuai kritik. Masyarakat mempertanyakan standar penyajian, keamanan pangan, serta pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Pembagian bahan makanan mentah menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan konsumsi. Tidak semua siswa memiliki akses atau kemampuan untuk mengolah bahan tersebut secara langsung. 

Jika tidak ditangani dengan benar, bahan mentah seperti telur berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Situasi ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi dalam pelaksanaan program MBG. Tujuan utama program adalah memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang layak dan aman untuk dikonsumsi. 

Karena itu, pengawasan yang ketat dan standar distribusi yang jelas sangat diperlukan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para penerima.

Program bantuan pangan memang membawa harapan besar bagi banyak keluarga. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan. 

Transparansi, kualitas distribusi, dan keamanan pangan perlu menjadi perhatian utama agar kepercayaan publik terhadap program tetap terjaga.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News