Korut Siap Kirim Rudal ke Iran, Kim Jong-un Klaim Satu Serangan Bisa Hancurkan Israel

Korut Siap Kirim Rudal ke Iran, Kim Jong-un Klaim Satu Serangan Bisa Hancurkan Israel
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (Dok. Ist) 


MediaWarta.id - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menyatakan negaranya siap memasok rudal kepada Iran apabila Teheran memintanya. 

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, Kim bahkan melontarkan peringatan keras dengan mengatakan bahwa satu rudal saja sudah cukup untuk menghancurkan Israel. 

Ucapan itu memicu perhatian dunia internasional karena menunjukkan dukungan terbuka Korea Utara kepada Iran di tengah konflik yang terus memanas.

Pemerintah Korea Utara menilai serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran sebagai tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan sebuah negara. 

Pyongyang menyebut aksi militer tersebut sebagai bentuk agresi yang berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.

Melalui pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri yang tidak disebutkan namanya, Korea Utara menegaskan bahwa tindakan militer tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Pyongyang juga menilai langkah Washington merupakan bagian dari pola lama yang dianggap sebagai sikap hegemonik Amerika Serikat di berbagai kawasan dunia. 

Menurut mereka, penggunaan kekuatan militer secara sepihak justru memperburuk situasi global dan mengancam perdamaian internasional.

Pernyataan keras dari Korea Utara ini cukup menarik perhatian karena hanya dua minggu sebelumnya Kim Jong-un sempat memberi sinyal kemungkinan membuka dialog dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Namun, serangan terhadap Iran tampaknya membuat Pyongyang kembali mengambil sikap konfrontatif terhadap Washington. 

Korea Utara kini menempatkan dirinya sebagai pihak yang mendukung Iran dalam konflik tersebut.

Sejumlah analis menilai kemungkinan dukungan militer Korea Utara kepada Iran tidak hanya didorong oleh solidaritas politik, tetapi juga kepentingan strategis.

Selama beberapa tahun terakhir, Iran dan Korea Utara diketahui menjadi pemasok penting peralatan militer bagi Rusia dalam konflik melawan Ukraina. Bantuan tersebut meliputi drone, rudal, hingga amunisi.

Jika Iran harus memfokuskan persenjataannya untuk menghadapi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat, maka celah pasokan senjata untuk Rusia bisa muncul. 

Dalam situasi itu, Korea Utara berpotensi mengisi kekosongan tersebut sehingga meningkatkan pengaruhnya terhadap Moskow.

Meski Iran dan Korea Utara sama-sama memiliki hubungan yang semakin dekat dengan Rusia, respons Moskow terhadap konflik terbaru ini terbilang terbatas. 

Hingga kini, Rusia hanya mengeluarkan kecaman diplomatik terhadap serangan Israel dan Amerika Serikat tanpa menawarkan bantuan militer langsung kepada Iran.

Sikap tersebut memunculkan spekulasi bahwa Iran mungkin harus menghadapi konflik ini dengan dukungan yang terbatas dari sekutu-sekutunya.

Ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah kini membuat banyak pihak khawatir konflik bisa semakin meluas, terutama jika negara lain ikut terlibat secara langsung.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News