Detik-detik Tendangan Kungfu Picu Kekacauan di Laga EPA U-20

Detik-detik Tendangan Kungfu Picu Kekacauan di Laga EPA U-20
Detik-detik tendangan Kungfu (Dok. Ist)


MediaWarta.id - Pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung dan Dewa United U-20 yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4). berakhir ricuh. Insiden ini dipicu aksi tidak sportif seorang pemain yang melakukan tendangan keras ala “kungfu” ke arah lawan.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, suasana pertandingan yang awalnya berjalan normal tiba-tiba memanas di menit-menit akhir. 

Ketegangan meningkat setelah Dewa United mencetak gol kedua pada menit ke-81. Tak lama berselang, terjadi pelanggaran yang memicu adu mulut antar pemain dari kedua tim.

Situasi semakin tak terkendali ketika salah satu pemain Bhayangkara, yang diduga bernama Fadly Alberto, melakukan tendangan berbahaya ke pemain Dewa United. 

Korban terlihat terjatuh akibat aksi tersebut. Pelaku kemudian berusaha menghindar dari kejaran pemain lawan, sementara keributan meluas di lapangan.

Manajer Bhayangkara EPA, Yongky Pandu Pamungkas, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan, apalagi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya menjadi ajang pembinaan.

"Kami tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh pemain kami, bahwasanya itu juga tindakan yang tidak baik, apalagi di usia dini, kita tidak membenarkan," kata Yongky di Semarang, pada Senin (20/4). 

Menurut Yongky, insiden ini tidak terjadi begitu saja. Ia menyebut adanya provokasi dari pihak lawan yang membuat emosi pemain meningkat. Bahkan, ia mengklaim sempat terjadi pemukulan terhadap pemain Bhayangkara sebelum aksi tendangan itu terjadi.

"Namun ada provokasi dari pemain Dewa terhadap pemain kami, timbullah cekcok, saat cekcok itu terjadi pemukulan yang dilakukan oleh pemain Dewa terhadap pemain kami," ungkapnya.

Tak hanya itu, Yongky juga mengungkap bahwa pemainnya mengaku menerima perlakuan rasis saat pertandingan berlangsung. Hal itu diduga menjadi salah satu pemicu emosi yang berujung pada tindakan agresif tersebut.

Meski sempat memanas, situasi disebut kembali kondusif setelah pertandingan berakhir. Kedua tim bahkan sempat berinteraksi secara normal. Namun, suasana berubah setelah potongan video insiden tersebut viral di media sosial.

Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan pentingnya pengendalian emosi dan sportivitas, terutama di level usia muda. Banyak pihak berharap insiden serupa tidak terulang dan ada tindakan tegas untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News