![]() |
| Kecurangan UTBK 2026 (Dok. Ist) |
MediaWarta.id - Kasus kecurangan UTBK 2026 kembali menjadi sorotan publik setelah seorang peserta di Universitas Diponegoro (Undip) kedapatan menggunakan alat bantu ilegal yang disembunyikan di telinganya.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (21/4) pagi saat proses Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Kecurangan tersebut terungkap ketika panitia melakukan pemeriksaan awal menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Saat proses skrining, panitia menemukan adanya sinyal logam pada tubuh salah satu peserta. Pemeriksaan ini dilakukan secara ketat, termasuk oleh petugas perempuan untuk memastikan tidak ada alat mencurigakan yang dibawa peserta.
"Kebetulan hari ini tadi pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal," kata Wakil Rektor I Undip Heru Susanto.
Alih-alih langsung didiskualifikasi, peserta tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Panitia kemudian melakukan interogasi untuk memastikan sumber benda logam yang terdeteksi.
Setelah proses interogasi berlangsung cukup lama, panitia memutuskan membawa peserta ke klinik Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) milik kampus.
Hal ini dilakukan karena diduga alat tersebut tertanam di dalam telinga dan berpotensi membahayakan kesehatan.
"Sehingga kemudian kami mau tidak mau akhirnya membawa ke klinik THT rumah sakit kami, untuk diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan," sambung Heru.
Dengan bantuan tenaga medis, alat bantu tersebut akhirnya dapat dikeluarkan secara aman. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko cedera yang lebih serius.
Peserta yang diketahui berinisial M itu juga sempat dibawa ke Polsek Tembalang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Namun, karena belum sempat mengikuti ujian, peserta tersebut akhirnya dikembalikan kepada orang tuanya
Kasus kecurangan UTBK 2026 ini menjadi peringatan keras bagi seluruh peserta agar mengikuti ujian dengan jujur.
Panitia UTBK sendiri terus meningkatkan sistem pengawasan, termasuk penggunaan alat deteksi logam dan pemeriksaan berlapis, guna menjaga integritas seleksi nasional.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa segala bentuk kecurangan tidak akan ditoleransi, karena dapat merugikan peserta lain yang mengikuti ujian secara fair.

0 Komentar