Puluhan Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Pulau Jawa jadi Wilayah Terbanyak

Puluhan Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Pulau Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
Pasien yang terpapar hantavirus (Dok. Ist)


MediaWarta.id - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian setelah wabah yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius ramai dibicarakan dunia. 

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap bahwa virus ini sebenarnya sudah terdeteksi dalam beberapa tahun terakhir dengan total 23 kasus yang tersebar di sejumlah daerah.

Meski terdengar mengkhawatirkan, jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan virus yang menyebabkan wabah di kapal pesiar tersebut. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi penularannya.

Kasus di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kekhawatiran karena melibatkan Andes virus, salah satu jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia dalam kondisi tertentu. 

Beberapa penumpang kapal bahkan dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi tersebut. Sementara itu, Kemenkes memastikan kasus yang ditemukan di Indonesia berasal dari Seoul virus. 

Jenis ini umumnya menular dari hewan pengerat seperti tikus ke manusia dan hingga kini belum ditemukan penularan antar manusia di Indonesia.

Penularannya bisa terjadi melalui berbagai cara, seperti gigitan tikus, kontak dengan air liur tikus, paparan urine dan kotoran hewan pengerat dan menghirup debu yang sudah terkontaminasi virus

Karena itu, lingkungan yang kotor dan banyak tikus menjadi faktor risiko utama penyebaran penyakit ini. 

Berdasarkan data Kemenkes RI, terdapat 23 kasus hantavirus yang tercatat selama tiga tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 20 pasien berhasil sembuh sementara tiga lainnya meninggal dunia.

Pihak Kemenkes menjelaskan bahwa kematian pasien tidak selalu disebabkan hantavirus saja. Beberapa pasien juga mengalami penyakit lain atau komplikasi serius seperti gangguan organ hingga kanker hati.

Kasus hantavirus ditemukan di sembilan provinsi di Indonesia. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah kasus paling banyak, terutama di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

Pada 2025 tercatat menjadi tahun dengan kasus terbanyak, yakni mencapai 17 kasus. Sementara pada 2024 hanya ditemukan satu kasus dan hingga 2026 tercatat tambahan lima kasus baru.

Meski belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab tingginya kasus di Pulau Jawa, kepadatan penduduk dan tingginya aktivitas manusia di kawasan perkotaan diduga menjadi salah satu faktor utama.

Tikus lebih mudah berkembang biak di lingkungan padat penduduk, pasar, saluran air, hingga area dengan sanitasi kurang baik. Kondisi tersebut membuat risiko paparan virus dari hewan pengerat menjadi lebih tinggi.

Karena itu, masyarakat disarankan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar untuk mengurangi keberadaan tikus serta mencegah potensi penularan hantavirus.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News