![]() |
| Banjir di Rawa Terate (Dok. Ist) |
MediaWarta.id - Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, bergerak cepat menangani banjir yang melanda wilayahnya sejak Minggu dini hari, 18 Januari 2026.
Fokus utama penanganan diarahkan pada keselamatan warga, mulai dari evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
Sejak genangan mulai meningkat, petugas kelurahan langsung mengaktifkan sistem pompa air yang terhubung ke Cakung Drain.
Meski debit air cukup tinggi, pompa tetap dioperasikan untuk mempercepat surutnya air di permukiman warga.
Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Rawa Terate, Indri, menjelaskan bahwa seluruh aliran sungai di wilayahnya bermuara ke pompa air Cakung Drain.
Menurutnya, pompa sudah dinyalakan sejak sehari sebelumnya, namun derasnya aliran air sempat menghambat proses penyedotan
Selain mengandalkan pompa air, pihak kelurahan juga menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait. BPBD, Dinas Sosial, PMI, hingga Baznas dilibatkan untuk menangani pengungsi dan mendistribusikan bantuan darurat.
Indri menyebutkan, bantuan dari aparat kepolisian sudah mulai diterima oleh warga yang terdampak banjir. Sementara itu, pihak kelurahan juga telah mengajukan permintaan makanan siap saji guna memenuhi kebutuhan pengungsi.
“Alhamdulillah dari kepolisian juga sudah ada yang memberikan bantuan. Saat ini kami juga sudah meminta makanan cepat saji dari Dinas Sosial,” ujarnya.
Untuk menampung warga yang harus mengungsi, kelurahan telah menyiapkan tiga lokasi pengungsian. Salah satunya berada di Aula Kelurahan Rawa Terate yang saat ini digunakan oleh warga dari beberapa RT yang terdampak cukup parah.
Di sisi lain, Ketua RW 05 Rawa Terate, Hendra Diansah, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sejak dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya. Air mulai masuk ke lingkungan warga sekitar pukul 04.00 WIB.
Ia mengatakan genangan terjadi secara bertahap dan semakin meluas seiring hujan yang terus turun. Meski demikian, aktivitas warga relatif tetap berjalan karena sebagian besar masyarakat berada di rumah mengingat hari Minggu.
Namun, kondisi terparah tercatat di RT 10 RW 05. Di wilayah tersebut, ketinggian air mencapai sekitar 150 sentimeter, jauh lebih tinggi dibandingkan RT lainnya.
Ia menyebutkan, RT 10 menjadi titik banjir paling berat dengan jumlah warga terdampak mencapai ratusan kepala keluarga. Total warga yang terdampak diperkirakan sekitar seribu jiwa.
Sementara itu, RT lain di sekitar RT 10 juga mengalami genangan meski ketinggiannya bervariasi. Menurut Hendra, kondisi geografis wilayah Rawa Terate memang membutuhkan dukungan infrastruktur pengendalian banjir yang lebih memadai.
Ia berharap pemerintah dapat menambah pompa air berkapasitas besar agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

0 Komentar