Keracunan MBG Mojokerto Mulai Terkuak, Telur Rebus Diduga Sudah Basi

Keracunan MBG Mojokerto Mulai Terkuak, Telur Rebus Diduga Sudah Basi
Para korban yang keracunan MBG (Dok. Ist)


MediaWarta.id - Misteri keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar, santri, dan warga di Mojokerto akhirnya mulai menemukan titik terang. 

Insiden yang melibatkan 411 orang ini diduga kuat dipicu oleh telur ayam rebus yang menjadi bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa soto ayam.

Kesimpulan sementara tersebut diperoleh setelah tim gabungan menuntaskan pemeriksaan sampel makanan MBG dan muntahan korban di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Mojokerto. 

Hasil pemeriksaan itu kemudian dibahas dalam rapat tertutup yang digelar di Smart Room Satya Bina Karya (SBK), Kantor Bupati Mojokerto, pada Kamis malam (15/1).

Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kodim 0815 Mojokerto, BPOM, Polres Mojokerto, Sekretaris Daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Badan Gizi Nasional (BGN), Labkesda, hingga para ahli gizi.

Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, menjelaskan bahwa hasil diskusi mengarah pada dugaan adanya masalah dalam pengadaan telur ayam rebus.

"Kami baru saja berdiskusi terkait hasil tersebut (pemeriksaan laboratorium). Secara detail saya tidak bisa sampaikan di sini karena saya bukan ahlinya. Tapi secara garis besar hasil diskusi kami mengarah kepada dugaan sementara karena adanya pembelian telur matang," kata Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo kepada wartawan di lokasi.

Menurut penelusuran tim investigasi, dapur MBG yang dikelola SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Pondok Pesantren Al Hidayah membeli telur ayam rebus dari pemasok pihak ketiga. 

Telur tersebut diketahui dimasak pada Rabu malam (7/1), lalu baru dikirim ke dapur MBG pada Kamis sore (8/1).

Telur matang itu kemudian digunakan sebagai salah satu pelengkap soto ayam yang dibagikan ke 22 sekolah dan pondok pesantren pada Jumat pagi (9/1) sebelum pelaksanaan Salat Jumat. 

Namun, kuat dugaan telur tersebut sudah tidak layak konsumsi akibat jeda waktu penyimpanan yang terlalu lama.

Tim investigasi juga menemukan bahwa tidak semua penerima MBG langsung menyantap makanan tersebut secara bersamaan. 

Jumlah korban terbanyak justru berasal dari lokasi yang mengonsumsi soto ayam setelah Salat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB.

Seperti diketahui, ribuan pelajar dan santri mulai mengalami gejala keracunan pada Jumat malam hingga Sabtu pagi (10/1). 

 Keluhan yang muncul antara lain pusing, mual, muntah, demam, dan diare. Pemerintah Kabupaten Mojokerto mencatat total korban mencapai 411 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan inap hingga terakhir dilaporkan.

Selama proses investigasi berlangsung, Badan Gizi Nasional memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur MBG SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah. 

Dapur yang telah beroperasi sejak September 2025 itu setiap harinya memproduksi 2.679 porsi MBG untuk wilayah Kecamatan Kutorejo dan Mojosari.

Jika nantinya terbukti melanggar ketentuan keamanan pangan, dapur MBG tersebut terancam mendapat sanksi berat hingga penutupan permanen.

0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News