Kenapa Saat Imlek Tidak Boleh Menyapu? Ini Filosofi dan Pantangan Imlek Lainnya

kenapa saat Imlek tidak boleh menyapu?
Orang yang sedang menyapu (Dok. Ist) 


MediaWarta.id - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan berbagai tradisi unik yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu pantangan yang paling sering bikin orang bertanya-tanya adalah kenapa saat Imlek tidak boleh menyapu?

Padahal, kalau dipikir secara logika, menyapu rumah justru merupakan kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan. Lalu, kenapa kegiatan positif ini malah dianggap tabu saat Imlek? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kenapa Saat Imlek Tidak Boleh Menyapu?

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, menyapu rumah saat hari Imlek dipercaya dapat “menyapu keluar” keberuntungan yang baru saja datang. 

Rezeki, nasib baik, dan hal-hal positif yang seharusnya menetap sepanjang tahun dianggap bisa ikut hilang jika kamu membersihkan rumah pada hari perayaan tersebut.

Meski kepercayaan ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, pantangan ini punya makna simbolis yang cukup dalam. 

Imlek dianggap sebagai momen awal yang sangat penting, sehingga setiap tindakan di hari tersebut diyakini dapat memengaruhi perjalanan hidup sepanjang tahun.

Selain itu, ada filosofi sederhana di balik larangan ini. Hari Imlek seharusnya dimanfaatkan untuk berkumpul, berbincang, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Jika kamu sibuk menyapu atau membersihkan rumah, waktu berharga untuk berkumpul bisa terbuang. Karena itu, tradisi yang dianjurkan adalah membersihkan rumah sehari sebelum Imlek. 

Dengan begitu, rumah sudah rapi, sementara hari perayaan bisa dinikmati tanpa gangguan aktivitas rumah tangga.

Pantangan Lain yang Perlu Kamu Tahu Saat Imlek

Selain larangan menyapu, ada beberapa pantangan lain yang dipercaya bisa memengaruhi keberuntungan jika dilanggar. Berikut beberapa di antaranya:

1. Tidak mencuci pakaian atau mandi

Hari pertama dan kedua Imlek diyakini sebagai hari kelahiran Dewa Air. Menggunakan air secara berlebihan, seperti mencuci atau keramas, dianggap tidak menghormati keberadaan dewa tersebut.

2. Tidak makan bubur

Pada masa lalu, bubur identik dengan makanan orang kurang mampu. Karena Imlek melambangkan harapan akan kemakmuran, makan bubur di hari itu dipercaya bisa membawa kesialan dalam urusan rezeki.

3. Jangan membangunkan orang secara paksa

Memaksa seseorang bangun dari tempat tidur di hari pertama Imlek dipercaya membuat orang tersebut merasa “dikejar-kejar” tanggung jawab sepanjang tahun.

4. Hindari memberi ucapan saat seseorang masih di tempat tidur

Memberi ucapan selamat tahun baru kepada orang yang belum bangun dipercaya bisa membawa energi buruk, bahkan diyakini membuat orang tersebut sering sakit di tahun yang baru.

5. Tidak menggunakan benda tajam

Pisau, gunting, atau jarum dihindari karena berisiko melukai tubuh dan menyebabkan darah keluar. Dalam budaya Tionghoa, darah sering dikaitkan dengan pertanda kurang baik.

6. Jangan tidur siang

Tidur di siang hari saat Imlek dianggap sebagai simbol kemalasan dan dipercaya bisa membuat seseorang kurang produktif sepanjang tahun.

7. Wanita menikah sebaiknya tidak pulang ke rumah orang tua

Tradisi lama menyebutkan bahwa wanita yang sudah menikah sebaiknya mengunjungi orang tuanya setelah hari pertama Imlek, biasanya di hari kedua atau ketiga.

Jadi, kenapa saat Imlek tidak boleh menyapu? Jawabannya bukan sekadar soal kebersihan, tapi tentang makna simbolis, harapan akan keberuntungan, serta penghormatan terhadap tradisi dan keluarga.


0 Komentar


Dapatkan Informasi Terkait Berita Indonesia Terkini dan Terupdate Tahun Ini , trending, serta terpopuler hari ini dari media online MediaWarta.id melalui platform Google News