![]() |
| Gus Ipul saat mendatangi rumah korban kecelakaan KRL (Dok. Ist) |
MediaWarta.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa seluruh korban kecelakaan kereta api di Bekasi akan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Tidak hanya bantuan awal, setiap korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka akan melalui proses asesmen untuk menentukan bentuk dukungan yang paling sesuai.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, kebutuhan tiap keluarga korban berbeda-beda. Karena itu, Kementerian Sosial akan menyesuaikan program bantuan agar benar-benar tepat sasaran dan bisa membantu mereka bangkit dari kondisi sulit.
"Semuanya akan kita lakukan asesmen dan diberikan dukungan program sesuai kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga tentu berbeda-beda," ujar Saifullah
Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Kampung Bandan–Cikarang.
Insiden tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Saat mengunjungi salah satu rumah duka di kawasan Kemayoran, Jakarta, Mensos menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan kehadiran pemerintah dalam mendampingi keluarga korban.
Ia menyoroti sosok almarhumah Hj. Nuryati sebagai tulang punggung keluarga yang selama ini menghidupi anak-anaknya melalui usaha warung kecil.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin musibah ini berdampak lebih jauh pada kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
Oleh karena itu, selain bantuan awal, Kemensos juga berencana memberikan pendampingan agar usaha yang sudah ada bisa terus berjalan, bahkan berkembang.
Sebagai langkah cepat, bantuan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) telah disalurkan.
Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, santunan tunai, hingga dukungan psikososial bagi keluarga korban. Bantuan ini diberikan di luar kompensasi yang berasal dari asuransi.
Namun, fokus utama pemerintah tidak berhenti pada bantuan jangka pendek. Ke depan, pendampingan akan diarahkan pada upaya menciptakan kemandirian ekonomi bagi para ahli waris.
Dengan begitu, keluarga korban diharapkan tetap memiliki penghasilan dan mampu menjalani kehidupan secara lebih stabil.
Kemensos juga mengapresiasi keterbukaan keluarga korban dalam menyampaikan kondisi mereka. Hal ini dinilai penting agar program yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

0 Komentar