![]() |
| Bocah di Bojonegoro yang jual batu di toko emas (Dok. Ist) |
MediaWarta.id - Sebuah video yang memperlihatkan empat bocah di Bojonegoro mendatangi toko emas mendadak viral di media sosial.
Bukan untuk membeli perhiasan, anak-anak tersebut justru datang dengan membawa sebongkah batu besar yang mereka yakini sebagai batu giok bernilai tinggi.
Aksi polos ini langsung menarik perhatian warganet. Dalam video yang beredar, kejadian tersebut bahkan dikaitkan dengan pengaruh drama China atau dracin yang mengangkat kisah CEO penyamar.
Diduga, para bocah itu terinspirasi dari cerita serupa yang sering mereka tonton. Peristiwa unik ini terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026, di sebuah toko emas yang berada di kawasan Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro.
Empat anak laki-laki tersebut datang bersama-sama sambil membawa batu berukuran cukup besar.
Dengan penuh percaya diri, mereka menyerahkan batu itu ke meja pelayanan toko emas. Dalam pikiran mereka, batu tersebut memiliki nilai jual tinggi dan bisa ditukar dengan uang.
Sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh karyawan toko, batu tersebut ternyata hanyalah batu biasa yang tidak memiliki nilai sebagai batu mulia..
Penanggung jawab toko emas, Muspita, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa anak-anak itu datang dengan sikap yang sangat polos dan penuh harapan.
Menurutnya, pihak toko sempat memeriksa batu yang dibawa. Setelah dipastikan bukan batu giok, para karyawan kemudian menjelaskan dengan baik kepada anak-anak tersebut.
"Benar mas, kemarin ada empat anak ke sini bawa batu yang dianggap giok. Karena sudah dicek oleh karyawan ternyata hanya batu jalanan biasa, bukan batu mulia. Karena lucu dan polos, jadi kami dokumentasikan," ujar Muspita, Selasa (3/2).
Meski harapan mereka pupus, suasana tetap berjalan hangat karena para pegawai menyambut mereka dengan ramah.
Salah satu karyawan toko, Fitri, juga membagikan ceritanya. Ia sempat menanyakan langsung kepada anak-anak itu dari mana asal batu yang mereka bawa.
Ternyata, batu tersebut diperoleh dari seseorang. Anak-anak itu melihat ada serpihan mirip kristal di dalamnya, sehingga mereka yakin batu tersebut berharga.
Karena percaya dengan anggapan tersebut, mereka pun berinisiatif datang ke toko emas untuk mencoba menjualnya.
"Saya tanya, katanya batu itu dikasih orang. Karena mereka melihat ada serpihan warna kristal di dalamnya mereka berharap itu batu berharga dan berniat menjualnya ke toko emas," terang Fitri.
Meski sempat membuat suasana toko menjadi ramai, kejadian tersebut justru menghadirkan suasana ceria. Kepolosan dan keberanian anak-anak itu sukses membuat para karyawan dan pengunjung tersenyum.
Video yang direkam oleh pihak toko kemudian tersebar luas di media sosial. Banyak warganet yang merasa gemas sekaligus terhibur melihat aksi polos tersebut.
Tak sedikit pula yang menganggap kejadian ini sebagai bukti bahwa imajinasi anak-anak memang luar biasa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa anak-anak sering kali memiliki cara berpikir yang unik dan penuh imajinasi.
Pengaruh tontonan, cerita, dan lingkungan sekitar bisa membentuk cara mereka memandang sesuatu.
Di sisi lain, sikap ramah dan sabar dari pihak toko juga patut diapresiasi. Mereka tidak menertawakan atau meremehkan anak-anak tersebut, melainkan memberikan penjelasan dengan baik.
Kisah sederhana ini akhirnya menjadi hiburan tersendiri di tengah media sosial, sekaligus mengingatkan kita akan indahnya kepolosan masa kecil.

0 Komentar